Untuk kamu yang baru lulus, atau mungkin mulai bosan dengan pekerjaan sekarang, lalu terpikir: “kayaknya seru kerja di HR.”
Masalahnya, begitu mulai mencari tahu lebih dalam, bingungnya datang bertubi-tubi. Harus belajar dari mana ya? Apakah tanpa pengalaman tetap bisa masuk? Dan benarkah HR hanya mengurus rekrutmen dan absensi karyawan saja?
Pertanyaan seperti itu wajar. Dari luar, pekerjaan HR tampak sempit, padahal isinya mencakup perancangan jabatan, penilaian kinerja, sistem kompensasi, sampai hubungan kerja. Di titik inilah program pelatihan HRD bisa membantu memberi peta belajar yang terarah, bukan hanya kumpulan tips acak dari internet.
Artikel ini membahas metode belajar dalam pelatihan HR, materi yang umumnya dipelajari, hasil yang realistis, serta cara memilih program.
Di bagian akhir, kamu juga akan mengenal HR Competency Regular Class milik Human Capital University (HCU) sebagai salah satu pilihan.
Metode dalam Training HRD
Tidak ada satu metode yang paling benar atau spesifik. Metode pelatihan kerja pada dasarnya bisa dibedakan menjadi on the job training dan off the job training, lalu keduanya bisa digabung juga lewat blended learning.
Pemilihannya mengikuti tujuan keterampilan teknis butuh praktik, konsep bisa dipelajari lewat kelas dan diskusi, sedangkan perubahan perilaku butuh latihan dan umpan balik.
Dalam pelatihan HRD, beberapa metode yang lazim dipakai adalah:
- Teori dan diskusi: Cocok untuk membangun fondasi, misalnya memahami fungsi HR dan istilahnya. Peserta bisa pasif jika hanya mendengarkan, jadi sesi ini perlu dilengkapi latihan.
- Studi kasus: Peserta menganalisis situasi seperti keterlambatan karyawan, konflik tim, atau penurunan kinerja, lalu merekomendasikan keputusan. Kamu belajar berpikir seperti HR tanpa menanggung risiko nyata.
- Simulasi dan role play: Misalnya berlatih wawancara atau memberi umpan balik kepada bawahan. HRD Forum menyebut studi kasus, simulasi, role play, workshop, dan feedback sebagai ciri program yang berkualitas.
- Latihan menyusun dokumen: Menulis job description, SOP, atau KPI membuat peserta pulang membawa hasil kerja, bukan hanya catatan.
- Daring dan tatap muka: Menurut HRD Forum, training HR bisa berlangsung tatap muka, online, hybrid, atau in-house, selama formatnya sesuai tujuan belajar dan kebutuhan praktik.
Metode yang sesuai bergantung pada tujuan pembelajaran, materi, kebutuhan peserta, dan rancangan program. Karena itu, dua pelatihan HR dengan topik serupa bisa terasa sangat berbeda.
Training HRD online cocok bagi kamu yang tinggal jauh dari lokasi pelatihan atau punya jadwal padat. Syaratnya, sesi tetap interaktif dan ada latihan, bukan sekadar menonton video. Perlu dipahami bahwa e-learning dengan desain lemah mudah membuat peserta hanya mengejar sertifikat.
Training HR Bahas Apa Aja?
Cakupan materi pelatihan HR sangat luas, dari manajemen HR dasar sampai strategic HR. Untuk pemula, kompetensi fondasi lebih masuk akal didahulukan.
Misalnya, saat atasan meminta draft lowongan kerja, kamu perlu tahu bahwa lowongan yang baik berangkat dari job description, bukan dari tebak-tebakan. Berikut materi yang umum dipelajari beserta kegunaannya sehari-hari:
- HR framework dan fungsi HR: Peta besar tentang apa saja yang dikerjakan HR, sehingga kamu paham posisi tugasmu di antara fungsi lain.
- Job description dan analisis jabatan: Menjadi dasar rekrutmen, penilaian kinerja, hingga kompensasi. HRD Forum mencatat, deskripsi jabatan yang kabur dapat memicu masalah berantai, dari kebutuhan kandidat yang tidak jelas sampai penilaian kinerja yang subjektif.
- Recruitment dan interview: Dari menyusun kebutuhan tenaga kerja sampai menyeleksi kandidat. Bayangkan harus menyaring puluhan CV untuk satu posisi: kamu perlu kriteria yang jelas.
- Training and development: Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan karyawan, merancang programnya, lalu menilai dampaknya.
- SOP dan administrasi HR: Merapikan prosedur dan dokumen karyawan agar proses kerja konsisten.
- Performance management dan KPI: Mengukur kinerja secara objektif dan menghubungkannya dengan tujuan perusahaan.
- Compensation and benefit: Memahami sistem upah dan tunjangan yang adil dan sesuai aturan.
- Hubungan industrial: Dasar mengelola hubungan kerja, mulai dari perjanjian kerja sampai penanganan keluhan karyawan. Untuk topik regulasi, pastikan materinya mengikuti aturan yang berlaku saat pelatihan berlangsung.
Itu gambaran umum materi HR yang bisa dipelajari.
Apa Saja Output Pelatihan Bidang HRD?
Output yang realistis memang lebih sederhana daripada janji-janji manis. Setelah mengikuti pelatihan dasar, kamu bisa berharap mendapat:
- Memahami fungsi dan proses kerja hr
- Mengenal dokumen dan administrasi hr, seperti job description, sop, dan kpi
- Mampu memahami studi kasus atau masalah dasar hr
- Punya gambaran kompetensi yang masih perlu dikembangkan
- Mendapat bekal awal sebagai fresh graduate, jobseeker, career switcher, atau hr pemula.
Bedakan tiga hal. Hasil belajar adalah kemampuan yang kamu bawa pulang. Sertifikat keikutsertaan adalah bukti bahwa kamu mengikuti program. Sertifikat kompetensi adalah pengakuan yang melalui proses asesmen tersendiri. Perlu dicermati bahwa training membangun kompetensi, assessment mengukurnya, dan certification memberi pengakuan sesuai skema yang berlaku. Ketiganya bukan hal yang sama.
Contohnya, setelah belajar menyusun job description dan KPI, kamu bisa membaca dokumen tersebut di tempat kerja dan memahami tujuannya. Itu langkah awal yang berharga, tetapi belum berarti kamu siap memegang seluruh fungsi HR sendirian.
Jadi, mengikuti pelatihan tidak otomatis menjamin kompetensi profesional, kelulusan sertifikasi, diterima kerja, kenaikan jabatan, atau gaji lebih tinggi. Dampaknya bergantung pada relevansi program, kualitas desain belajar, dan seberapa sering kamu mempraktekkan ilmunya.
Bagaimana Memilih Pelatihan HR yang Sesuai Tujuan Karir?
Mulailah dari pertanyaan sederhana: kamu ingin mampu melakukan apa setelah pelatihan? Kamu bisa memeriksa kebutuhan, level peserta, tujuan belajar, materi, trainer, metode, penerapan, dan cara mengukur hasil. Untuk pemula, beberapa pertimbangan praktisnya:
- Level program: Pilih kelas fondasi, bukan program strategis yang dirancang untuk HR Manager atau HR Director.
- Silabus: Cari yang menjelaskan apa yang bisa kamu lakukan setelahnya, bukan sekadar daftar topik.
- Trainer: Periksa apakah berlatar praktisi yang memahami konteks kerja nyata.
- Metode: Pastikan ada studi kasus atau praktik, bukan ceramah satu arah.
- Format: Sesuaikan online atau tatap muka dengan kondisimu.
Kalau kamu career switcher, tambahkan satu pertanyaan: materi mana yang paling dekat dengan pekerjaan HR yang ingin kamu lamar? Dengan begitu, waktu belajarmu lebih terfokus.
Hindari memilih program hanya karena murah atau sedang populer. Sertifikat yang terlalu ditonjolkan, sementara target kompetensinya tidak jelas, sebagai tanda yang perlu diwaspadai.
Di Mana Bisa Ikut Training HRD?
Salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Human Capital University lewat program HR Competency Regular Class.
Sebelum mendaftar ke lembaga mana pun, termasuk HCU, cek tiga hal: apakah materinya menjawab kebutuhan karirmu, apakah metodenya cocok dengan caramu belajar, dan apakah levelnya pas. Program yang tampak bagus di atas kertas belum tentu cocok untukmu.
Kelas pelatihan di HCU dirancang untuk meningkatkan kompetensi fundamental HR dengan metode interaktif dan berbasis praktik.
Trainer-nya berlatar praktisi HR, dengan pembahasan studi kasus nyata di industri. Materi yang tercantum meliputi HR framework, talent management, penyusunan job description, teknik rekrutmen (interview BEI dan tes teknis), penyusunan training dengan metode ADDIE, SOP berbasis ISO 9001:2015, KPI dengan Balanced Scorecard, sistem compensation and benefit (upah, lembur, PPh 21, BPJS), serta UU Ketenagakerjaan. Cakupan itu beririsan dengan materi fondasi HR yang dibahas sebelumnya.
Kelas berlangsung tiga hari penuh secara online lewat Zoom live session, sehingga relevan bagi yang mencari training HRD online. Program ini dirancang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Peserta juga disebut berhak atas tiga sertifikat resmi dari LPK Human Capital University. Sertifikat itu berasal dari penyelenggara pelatihan, jadi jangan samakan dengan sertifikat hasil uji kompetensi.
Untuk jadwal, biaya, dan ketentuan terbaru, tanyakan langsung ke Tim Human Capital University karena informasi semacam itu bisa berubah. Dan kalau ingin melihat detail program pelatihan HRD ini, bisa klik tautan di bawah ini
>> Konsultasi Pelatihan HRD <<
***
Kontributor: Miftahul Ummah Ayuningtyas
Editor: Deny Suryo Pratama
